Tampilkan postingan dengan label Tegasku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegasku. Tampilkan semua postingan

Sepenggal Kata

0 komentar
Duhai hamba yg Allah taqdirkan mencintaiku..
Mulia dirimu dg rasa kasih di hati
Tak berbilang jasa akan tulusmu memberi
Hanya beralas niat krn Allah dirimu menghampiri
Berkata dan bersikap dr hati nurani

Duhai dirimu yg pun kucintai..
Tak lekang masa kumohon pd Ilahi
Pd ridho dan rahmat yg menyertai
Tuk satukan kt hingga alam setelah mati
Diatas mimbar dan ranjang indah tak terperi

Sepenggal kata kuucapkan kini
"inniy Uhibbukum fillahi"
Terukir dilisan dan hati hingga nanti


(catatan 21 juli 2013)

Duhai Pendemo Sejati..

0 komentar
Duhai saudara/i ku pendemo sejati..penyalur aspirasi..
Sungguh ingin diri ini bertutur terima kasih
Atas keberanian dan semangat yg kau junjung tinggi
Agar masalah bangsa dan negerimu bisa teratasi
Moga tiap niat dan amalanmu telah ternilai

Hanya ingin dirimu tau..
Kami pun penuntut ilmu sepertimu
Juga kaum intelektual layakmu
Tak kehabisan inspirasi dan aspirasi sebagaimana kau
Masalah bangsa pun turut membuat kami jemu

Tapi, agama menuntun kami untuk merindukan majelis ilmu yang damai dan bukan majelis jalan yang ramai

Masyarakat menanti kita yg bersosok hikmah dan bukan bertampang brutal

Yang sikapnya santun dan bukan anarkis

Yang mengayomi dan bukan mengganyangi

Yah..kami mungkin tak seberani dirimu..atau tak se sportif katamu

Kami..penuntut ilmu punya cita untuk berkata..kami penerus bangsa yang cerdas..tanpa perlu mendemonstrasikan di jalan..

Tak ingin yang lain!

0 komentar

Bismillah..
Jujur, ntah apa yang terbetik difikirku hingga kutuangkan di tulisan ini. Yang kutahu bahwa terdorong rasa sedih dan kecewa yang sangat, membuatku tak mampu tuk berkata dengan lisan kecuali kembali melemahkan hatiku untuk sebersit rasa yang masih sangat melekat.

Bukan ku ingin menghukumimu sebagaimana mereka menghukummu. Bukan pula kuingin memudahkanmu sebagaimana mereka menganggapmu tak punya arti. Kuingin kau tahu bahwa sebagian hati ini masih untuk mu dan tak kuingin terjadi apapun atasmu kecuali kebaikan yang membuatmu bahagia.

Betul dirimu tak beda dengan kebanyakan orang, dan kau seorang manusia yang tak lepas dari salah dan ketergelinciran. Tapi, andai bisa kita fahami bahwa menuju kesempurnaan itu adalah cita kita bersama. Yang lazim kita bangun dengan keikhlasan dan pengorbanan tak bertepi.

Maka, kukatakan padamu…

Dinda..mengenal sosokmu adalah rahmat Allah atasku, alangkah bahagianya diri ini mengingat dirimu orang pertama yang mengingatkanku akan kesabaran bermuamalah dengan banyak orang. Bahkan kau ajarkan padaku bagaimana berbagi dengan selain diri sendiri.

Tak mampu kugambarkan sedihnya kala kutau dirimu menjauh dari ruang hatiku selama ini, namun tak kunafikan rasa sayang itu masih terjaga disini.di sudut hatiku.

Lalu, ku disentakkan dengan cerita yang menghampiri tanpa ingin kutanyakan asalnya, dirimu ternoda dalam dosa yang tak berwarna kecuali kelam pekat menyesakkan.

Sekian kali kau sangkal tetap ia menyertaimu, semua mata menyorotimu tanpa belas kasih. Seolah apa yang kau lakukan tak pernah dilakukan oleh mereka bahkan sebelum mereka. Terjatuh dan terjerembab pada khilaf tak berujung kecuali maksiat dalam unggahan semu keindahan bernama “cinta”

Dunia..Sesaat Saja!

0 komentar
Saudariku Sahabat Facebooker yang dimuliakan Ar Rahmaan...
Hidup ini singkat saja. Tidak panjang. Sesaat saja.
dan kita ibarat musafir yang melakukan perjalanan..dunia ibarat sebuah pohon tempat berteduh..sebagaimana sunnatullah dari perjalanan, kita tidak lah mengambil waktu panjang untuk berteduh, sesaat..lalu kita melanjutkan perjalanan kembali…hingga menuju tujuan yang sebenarnya.
Maka, kita butuh bekal yang banyak..agar kita tak kehausan dan kelaparan diperjalanan..atau bahkan tak memiliki bekal sesampai di tujuan.

Mengulum Senyum dengan Hikmah dibalik Cinta

0 komentar

masa demi masa beralu, menyulam kisah yang tersirat asa..kucoba berhenti sejenak,merenungi segala apa yang telah terjadi.
hari ini..belum mampu kurangkai dalam bentuk harapan kecuali cita yang kuwarnai rasa tak beralur
sedikit demi sedikit kucoba resapi dan fahami..kemana ia berhujung nanti
membawa jiwaku yang tertatih derita tak pasti

Pun Cinta..Tak ada yang sempurna!

0 komentar

Memang tak ada yang sempurna dalam hidup ini, pun dengan rasa sayang ataukah cinta yang kita miliki.
semakin kita berkutat dan mendalami arti sebuah cinta, maka semakin pula kita dapati, bahwa...
cinta yang kuat lahir dari pribadi yang kuat, sebaliknya...pribadi yang kuat terwujud dari rasa cinta yang kuat!
mengapa...
karena cinta bukanlah ukuran cantik atau tampan
bukan pula berbicara sempurna atau istimewa
terlebih tidak karena kekayaan dan martabat
tapi cinta...
adalah keinginan baik dari hati kepada setiap yang kita cintai
ia harus nampak di setiap helai nafas...sepanjang kebersamaan kita!

Dimataku..dia sempurna

0 komentar

walau kesempurnaan itu tak layak di dunia ini, namun kuingin ungkapkan nilai dalam hatiku untuknya, dimataku..dia sempurna. 

dia..seorang wanita sederhana yang penuhi harinya dengan kehanifan beragama, dengan begitu tak menghalanginya untuk menyampaikan pada siapa pun yang hidup bersamanya semua ilmu yang dimilikinya. dan dengan penuh syukur kubangga telah memperoleh ilmu agama darinya.

Catatan 26 Rabiul Awwal 1433 (19 Feb 2012)

0 komentar

Satu hari yang sangat lambat dalam hidupku, hari ini...
terbilang sudah kepergian ibuku tercinta...hari kemarin yang sangat menyesakkan
semua taqdir Ilahi yang tak pernah terduga..bahkan tak pernah terharapkan.

Kecil lalu..hal yang paling kutakutkan dalam hidup ku
adalah kepergiannya...kepergian ibunda yang selalu penuh kasih mendampingiku
tak sedetik pun beliau pergi dari kami anak-anaknya
memberi khidmat yang sangat mengesankan dalam sejarah hidupnya

Tak pernah kumemaksa

0 komentar
Memang segala dalam kehidupan ini adalah pilihan kita sendiri. Bukan paksaan...pun padamu

nah, sekarang..
mari kita merenung bersama, mencoba mengurai masa demi masa yang tlah terlewati
ingat-ingat...adakah semuanya terjadi karena paksaan?

sst..tunggu jangan terburu-buru menjawabnya..
renungi sekali lagi, pernahkah ada yang memaksamu untuk melakukan semuanya?
sedang seluruh anggota tubuhmu kaulah yang menggerakkan nya...

Tak ada yang pantas

0 komentar
Untukmu saudaraku...yang hari ini membuatku letih memikirkan dirimu.
yang semula jadi hadir diruang ceritaku.
yang tentu...tak pernah sebelumnya kukenal dirimu.

Hebat! dirimu mampu menggerakkan jariku menulis sebuah catatan untukmu
mampu menjadikanku tertawa dengan tingkahmu
walau kegeraman dihatiku lebih besar buat segala sesuatu tentangmu.

Epen kah??Cupen to....

0 komentar
Bismillah...
kembali kuketikkan huruf demi huruf ini, semoga ada kesan bahagia didalamnya...dan tentu bukan sebaliknya.
teruntuk siapa saja yang mengenal diriku...

dulu, sebelum kumengenal jalan hidayah...kumemandang bahwa kehidupan ini begitu indah..karena selalu nafsu terpenuhi hendaknya
hingga saat ini, berlalu sudah tahun demi tahun dan kudapati diriku
terjebak dalam masalah yang tak kunjung usai dibicarakan

kucoba merenungi, apa simpul dari rumitnya rotasi kisah ini

Oh.........NO!!!!!!

3 komentar
Saudaraku..
Kenapa ku harus menghukum mu?
kenapa ku harus kecewa akan mu?
kenapa ku harus hakimi mu?
Hidup ini bukan milik ku!

Saudaraku...
Kalo semua orang dah mengucilkan mu
kalo semua orang dah hakimi mu
kalo semua orang dah benci diri mu

Dirimu ..anugerah terindah

2 komentar

Sepintas lalu...dirimu ada disini, tersenyum dan bercanda bersamaku
lalu setelahnya tak kutemukan sosokmu, kemana...kuarahkan pandanganku
kiri dan kanan, akankah kutemukan....

Dimana dirimu....

1 komentar

Walau kau tengah jatuh...
Tertimpa tangga pula..
Tengah sakit...
Tengah hancur pula
Atau kau gagal...
Ga berdaya..
Terhimpit..n merasa terhina..
Kecewa..n terkhianati atau dalam keadaan apapun...

Tiba Masanya

0 komentar

Bila malam makin larut
tanda pagi kan mejelang
bila tali makin renggang
tanda sesaat lagi kan terputus
bila masalah semakin menghimpiy
yakin kan tiba penyelesaian

Sebatas Lalu

1 komentar

Semuanya yang terjadi
telah diatur
tanpa perlu dipertanyakan mengapa,
apa yang terucap dan terazzamkan
tak perlu Kau ralat lagi