Catatan 18 rabiul akhir 1435 (19 feb 2014)

1 komentar
Bukan kesedihan yang ingin kutorehkan hari ini
karena mengenang kepergianmu dua tahun yang lalu
atau harus kurintihkan kembali kepiluan di jiwa
karena keasingan yang tak biasa kumulai 
bukan itu..

Hari ini..hanya ingin kuutarakan seunggah cinta yang tak pernah berubah
yang selalu menghanyutkan khusyu'ku pada pencipta
yang senantiasa meringankan lisanku dalam doa
yang setiap waktu menghantarku pada sujud penuh asa

Hari ini..hanya ingin kulukiskan sejuta warna yang selalu menerangi
menerangi seluruh hatiku dengan kasih
menerangi setiap langkahku dengan arti
menerangi hari-hariku sebagai saksi
saksi akan warna indah yang dulu engkau cipta bersamaku disini

Hari ini..hanya ingin kusenandungkan lirihan hati yang selalu hadir
hadir mengiringi setiap kata yang kulontarkan untuk kebaikan
hadir merasuki gubahan-gubahan karyaku di jalan Ilahi
hadir walau kuterdiam dan menikmati masa demi masa 
masa yang ntah sampai kapan Dia mengizinkanku didalamnya

Hari ini..hanya itu..
kuingin rentang waktu dua tahun tanpamu
memberiku tetap cinta, warna dan lirih yang selalu ada
dikala dirimu masih ada

Hari ini..hanya itu..
kupastikan engkau tetap selalu ada dalam sujud, doa dan citaku
hingga masa pasti itu pun menghampiriku
karena ia pasti akan datang

Hari ini..hanya pengharapan atas pengampunan Allah atas segala salah
dan kasih sayang-Nya atasmu
disana...
Mama...

Tertulis kembali untuk mamaku -rahimahallahu-
dari anakmu yang merindu dan selalu mencintaimu
If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

1 Response to Catatan 18 rabiul akhir 1435 (19 feb 2014)

1 September 2014 11.13

Ibu, kasihmu mengabadi walau engkau telah pergi.

Posting Komentar

Ekspresikan ruang hati Anda setelah membaca syair diatas....